Agam

Siap Perjuangkan Nasib Pekerja Buruh, Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Kabupaten Agam Hadir Di Tengah Masyarakat

Agam, Palikopost.com – Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPTI-SPSI) kini telah terbentuk di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sehingga yang tergabung di dalam Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Agam tersebut Sangat siap untuk memperjuangkan Nasib Para Pekerja atau Buruh yang ada di Daerah itu.

Sebelumnya, Terbentuknya Pimpinan Cabang F.SPTI – K.SPSI Kabupaten Agam, bertekat akan menciptakan hubungan yang harmonis antara Pekerja atau Buruh dengan Pengusaha atau Perusahaan dan juga akan siap memperjuangkan hak dan kesejahteraan Pekerja/Buruh sesuai dengan aturan dan Undang – undang yang berlaku.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang F.SPTI – K.SPSI Kabupaten Agam Mendri. S. SH, dengan didampingi oleh Sekretaris Pimpinan Cabang F.SPTI – K.SPSI Kabupaten Agam Honest Gian Saputra kepada Media Palikopost.com mengungkapkan, pihaknya hadir dan Lahir Untuk Kesejahteraan Seluruh Pekerja atau Buruh yang ada di tengah Masyarakat Kabupaten Agam.

Dikatakan Oleh Mendri, Banyak di antara para Pekerja atau Buruh yang masih awam tentang dunia Serikat Pekerja atau Buruh ini. Hal ini sangat dimaklumi karena masih Kurangnya informasi yang di miliki tentang Serikat Pekerja atau Buruh. Oleh karena itu tidak jarang membuat Pekerja atau Buruh itu sendiri kerap menjauh dari Serikat Pekerja atau Buruh, bahkan banyak terjadi mengalami phobia.

“ Kita melihat Kondisi ini semakin diperparah oleh image atau pandangan yang negatif terhadap Serikat Pekerja atau Buruh. Nah, pandangan seperti ini yang harus dibuang sehingga ada keberanian dan keinginan yang kuat dari setiap Pekerja atau Buruh untuk menyatukan dirinya ke dalam wadah Serikat Pekerja atau Buruh, khususnya Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia F.SPTI – K.SPSI ini,” ungkapnya dihadapan Syafril Arsyad, S. Sos Sekretaris Jendral Pimpinan Pusat  F.SPTI – K.SPSI Belum lama ini.

Sama halnya yang disampaikan oleh Sekretaris Jendral Pimpinan Pusat  F.SPTI – K.SPSI Syafril Arsyad, S. Sos. Dia mengatakan banyak Manfaat dari membentuk Serikat Pekerja (SP/SB) ataupun ikut tergabung menjadi anggota Serikat Pekerja atau Buruh tersebut. Karena ini sangat jelas bersentuhan langsung dengan keadaan Pekerja atau Buruh.

Syafril Arsyad, S. Sos menjelaskan adapun Diantaranya, Menjalin komunikasi antara Pekerja atau Buruh yang notabenenya memiliki kesamaan kepentingan dan kesamaan hak, Mendapatkan advokasi atau pembelaan dari persoalan yang merugikan Pekerja atau Buruh itu sendiri, jika pengusaha atau pimpinan melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan aturan ketenagakerjaan yang telah diatur di dalam Undang-Undang, Bergerak bersama-sama untuk memperjuangkan kepentingan atau hak Pekerja atau Buruh.

“ Sangatlah berbeda jika kondisinya hanya memperjuangkan hak dengan melakukannya secara sendiri-sendiri. Tetapi, jika dilakukan dengan bersama-sama (Kolektivitas), Maka akan mempermudahkan Pekerja atau Buruh berkomunikasi dengan pengusaha dan pimpinan perusahaan tempat bekerja. Karena ada Pengurus Serikat Pekerja atau Buruh yang akan mengakomodir kepentingan sesuai dengan aturan Perundang – Undangan yang berlaku,” Terangnya.

Oleh Sebab itu Sambung Sekjen, mungkin Masyarakat yang menjadi pekerja buruh perlu memahami dan menyadari betapa pentingnya untuk membangun dan membetuk Serikat Pekerja atau Buruh tersebut.

“ Sesungguhnya kekuatan Pekerja atau Buruh adalah ketika mereka bersatu dan bahkan kekuatan yang paling dahsyat di dunia ini adalah kekuatan Pekerja atau Buruh. Namun pandangan tersebut tidaklah demikian bagi seorang penjilat atau manusia yang bermental penghianat,” Tegasnya.

Lebih jauh ia menerangkan, Apakah pernah Pekerja atau Buruh menyadari, bahwa sesungguhnya banyak diantara pengusaha telah bekerja secara terorganisir untuk menjalankan misi-misi tipu muslihat terhadap Pekerja atau Buruh.

“ Jangan pernah berharap perubahan nasib Pekerja atau Buruh akan terjadi jika bukan Pekerja atau Buruh itu sendiri yang merubahnya. Yakinlah bahwa dengan bersatu dalam kesamaan nasib yaitu tertindas, terhisab, dan terkebiri haknya maka dalam kondisi itulah yang membuat kita akan berjuang untuk merebut kembali  hak kita yang di rampas,” pungkasnya.

Lanjutnya pula, Bahkan sudah bukan rahasia lagi bahwa telah begitu banyak pelangggaran yang dilakukan oleh sebagian Pengusaha terhadap hak-hak Pekerja atau Buruh di Negeri ini. Dimana Pelanggaran itu yang setiap saat bisa menimpa Pekerja atau Buruh, seperti di PHK dengan sewenang-wenang tanpa alasan yang berdasar, serta tanpa melalui prosedur yang semestinya, Hak atas pesangon yang kurang atau bahkan tidak dibayar saat terjadi PHK, Skorsing tanpa alasan yang jelas, Upah yang di bawah UMR, Mutasi yang sesukanya pihak Perusahaan, Karir yang tidak berkembang karena ada diskriminasi (pilih kasih), Status kepegawaian yang tidak jelas, Sistem kerja kontrak yang berkepanjangan, Kerja lembur yang tidak diperhitungkan dan tidak dibayar, bahkan juga Jamsostek yang tidak disertakan Dan lain sebagainya.

“ Jadi, mengapa kita perlu berserikat ? yaitu jawabnya Untuk menghadapi berbagai permasalahan dalam bekerja, sekaligus mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi pada Pekerja atau Buruh, tentunya kita tidak mungkin berjuang sendiri (individual), terlalu lemah dan mudah sekali dikalahkan,” Imbuhnya.

Maka dari itu Pekerja atau Buruh harus berjuang secara kolektif dan bersatu dalam satu wadah yaitu Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC F.SPTI – K.SPSI) salah satunya di Daerah Kabupaten Agam. Dengan demikian kekuatan real Pekerja atau Buruh akan dapat diwujudkan.

“ Selain itu dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kita tetang berbagai permasalahan ketenagakerjaan, serta Membangun kepedulian dan solidaritas sesama kita  sebagai kaum Pekerja atau Buruh agar merasa senasib sepenanggungan dalam menghadapi setiap permasalahan,” Ajaknya.

Mengapa perlunya berjuang secara kolektif (bersama-sama) ? Ialah merupakan Pondasi gerakan lebih kokoh, Sebuah perjuangan yang dilakukan secara kolektif, akan memperkokoh pondasi gerakan, karena otomatis akan ada sebuah sistem yang dibangun dan tidak mengandalkan perorangan, Saling Menguatkan satu sama lain

“ Seringkali problem perjuangan disebabkan karena lemah dan menurunnya semangat para anggotanya. Pada kondisi inilah perjuangan secara kolektif sangat terasa manfaatnya karena satu sama lain bisa saling menguatkan dan memberi support dan hasilnya lebih optimal Semakin banyak orang yang berkualitas berkumpul dalam satu wadah, maka sinergi dari kekuatan personal akan menjadi lebih kuat,” ucap Putra Asli dari Ranah Minang ini lagi.

Mengapa harus Serikat Pekerja ? Tambahnya lagi, Karena serikat pekerjalah yang memiliki legalitas dalam membela, melindungi dan memperjuangkan hak-hak Pekerja atau Buruh. Konvensi ILO, UU bahkan UUD 1945 memberikan perlindungan secara nyata terhadap kebebasan berserikat.

Berdasarkan UU No. 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja atau Buruh, pada pasal 28 disebutkan, “ Siapapun dilarang menghalang-halangi atau memaksa Pekerja atau Buruh untuk membentuk atau tidak membentuk, menjadi pengurus atau tidak menjadi pengurus, menjadi anggota atau tidak menjadi anggota dan atau menjalankan atau tidak menjalankan kegiatan serikat pekerja atau serikat buruh dengan cara melakukan pemutusan hubungan kerja, memberhentikan sementara, menurunkan jabatan, atau melakukan mutasi, tidak membayar atau mengurangi upah pekerja atau buruh, melakukan intimidasi dalam bentuk apapun dan melakukan kampanye anti pembentukan serikat pekerja atau serikat buruh.

“ Maka Konsekuensinya dari pelanggaran di atas, UU No. 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja atau Buruh, pada pasal 43 disebutkan, “ Barang siapa yang menghalang-halangi atau memaksa pekerja atau buruh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28, dikenakan sanksi pidana paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan atau denda paling sedikit Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah), Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan tindak pidana kejahatan,” Jelasnya.

Oleh Sebab itu sebagai Pekerja atau Buruh yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dari warga Negara Republik Indonesiah. “ Seharusnya kita menyadari bahwa perasaan takut untuk berseikat itu hanyalah ilusi semata. Karena hak berserikat itu sudah jelas di atur dalam aturan tersendiri dan sebagai Pekerja atau Buruh yang berserikat, karena di lindungi oleh undang-undang,” Tambahnya mengakhiri. (Honest)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gridlove

Palikopost.com adalah Media Masa kini yang menyajikan berita yang berimbang, dengan Menyingkap Fakta Bukan Fiksi.

Kategori

To Top