Opini

Tidak ada tempat Buat Mereka….Payakumbuh Tolak PEKAT dan LGBT

Oleh :

Fauzan Rafsyanjani, A.Md 

Wakil Ketua DPD KNPI Payakumbuh Bidang Olahraga, Seni dan Budaya

 

Berkembangnya penyakit masyarakat di Sumatera Barat akhir-akhir ini membuat masyarakat resah dan gelisah terutama LGBT (Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender).

Sebagai seorang muslim kita tentu ingat dengan kisah kaum Nabi Luth dimana mereka malawan kodrat yang ditakdirkan Allah SWT untuk menyukai lawan jenis dan berpasangan dengan lawan jenis malah sebaliknya, menyukai sesama jenis bahkan menikah dengan sesama jenis.

Allah SWT pun murka sehingga kaum Nabi Luth diberi musibah yang sangat dahsyat dengan cara dijungkirkan dunia mereka lalu mereka dilempari batu.

Kisah ini menjadi ingatan yang sangat membekas pada diri masyakarat pada umumnya sehingga timbul kekhawatiran terhadap perilaku masyarakat yang akhir-akhir ini membuat warga geram.

Lalu LGBT apakah hukumannya?

sesuai dengan syariat Islam mereka dibawa ke atas jurang diterjunkan ke bawah dan jika tidak mati maka dilempari dengan batu dari atas sampai mati. Begitu tegasnya hukuman terhadap mereka pelaku LGBT ini.

Dilansir dari pemberitaan harianhaluan.com selasa 09 januari 2018 Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menjadi daerah terbanyak di Indonesia yang dihuni oleh kelompok Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender. Survei keberadaan LGBT pada akhir 2017 itu digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumatera Barat dan lembaga konseling rekanan.

Payakumbuh akhir-akhir ini sering dikaitkan sebagai penyumbang terbesar dari kontribusi LGBT ini, Hal ini muncul dari pemberitaan di berbagai media online, serta informasi-informasi yang diperoleh dari berbagai lapisan masyarakat.

Pemberitaan itu sontak menuai pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat, kontra dalam arti tidak tampaknya beredarnya para pelaku yang disebutkan dan tidak sesuai dengan data yang mengatakan Payakumbuh adalah sarang bagi para kaum LGBT.

Sedangkan Pro memandang bahwa hal ini memang sudah banyak beredar di tengah-tengah masyarakat melihat pola pergaulan anak muda yang dinilai sudah lewat batas wajar.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari klikpositif dalam artikel yang berjudul “Mengkhawatirkan, Data KPAN 2016 Mencatat Lebih 15 Ribu LGBT di Sumbar” yang diterbitkan pada 31 Oktober 2018. Pada tahun 2016 terdapat 333 laki-laki suka laki-laki dan 62 orang waria.

KPA (Komisi Penanggulangan HIV/AIDS) dengan tenaga penjangkau di lapangan memperoleh data kasus terharap pelaku LGBT ini sebanyak 86 orang yang dinyatakan positif.

Data ini menunjukkan bahwa Payakumbuh merupakan bukanlah penyumbang kontribusi terbanyak melainkan paling sedikit diantara kota/kabupaten di Sumbar yang terjangkit LGBT.

Dengan pemberitaan yang masif ini tentu masyarakat sangat resah dan juga khawatir terhadap penyakit masyarakat ini yang tidak menutup kemungkinan menerpa anak, keluarga, serta masyarakat banyak lainnya.

Produk hukum Pemerintah Kota Payakumbuh sekarang ini belum memiliki payung hukum yang kuat terhadap penindakan terhadap pelaku LGBT ini.

Untuk peraturan daerah masih perlu dilakukan perluasan terhadap pelaku penyakit masyarakat ini. Informasi terakhir hanya lem yang masuk dalam perda sedangkan masih banyak lagi yang tidak kalah penting dari itu.

Sangat di harapkan sinergitas dari eksekutif selaku pengambil kebijakan dan legislatif selagi badan untuk melegislasi kebijakan-kebijakan yang nantinya diharapkan mewaliki, menjawab dari pertanyaan masyarakat selama ini terkait dengan penyakit masyarakat terutama LGBT dan yang lainnya seperti narkoba, judi, miras, pergaulan bebas dll.

KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) sebagai representasi masyarakat terkhusus kaum muda / rang mudo paga nagori wajib mengambil peranan terhadap proses penyadaran  masyarakat karna sasaran serta pelaku memang didominasi oleh kaum muda. Komitmen penolakan penyakit masyarakat terutama LGBT ini telah menjadi pembahasan intensif dari setiap anggota KNPI. Dengan menggelar diskusi terkait penyakit masyarakat ini dengan berbagai pihak FORKOPIMDA dan tokoh masyarakat bundo kanduang, ormas, orsos, LKAAM serta komunitas-komunitas sampailah pada kesimpulan perlu diadakannya kegiatan berupa deklarasi untuk menolak keberadaan penyakit masyarakat ini.

Deklarasi Payakumbuh Menolak Penyakit Masyarakat (LGBT, Narkoba, Judi, Miras, Pergaulan Bebas dll) menjadi agenda yang yang dilakukan oleh KNPI menjawab keresahan masyarakat banyak.

Pemuda harus mengambil peran penting terhadap perubahan ke arah yang lebih baik. Dengan dukungan dari Pemerintah Kota Payakumbuh dan seluruh elemen masyarakat menjadi semangat dalam perjuangan gerakan ini.

Sebagai lembaga yang tergolong tomastu (tokoh masyarakat tertentu ini) mengharapkan perubahan atau perluasan terhadap perda (peraturan daerah) terkait dengan penyakit masyarakat (LGBT, Narkoba, Judi, Miras, Pergaulan Bebas dll).

 

5 November 2018 menjadi tanggal yang disepakati oleh panitia yang dikukuhkan dengan SK (surat keputusan) Walikota yang didukung oleh FORKOPIMDA, Polri , TNI, Tokoh Masyarakat, Ormas, Orsos, Bem seluruh universitas negeri maupun swasta.

Dihadiri oleh lebih dari 20.000 masyarakat dari berbagai latar belakang yang bertempat dilapangan pacuan kuda kubu gadang dengan rangkaian acara yaitu orasi, penanda tanganan petisi menolak penyakit masyarakat, pembacaan naskah deklarasi oleh ketua KNPI Kota Payakumbuh Ahmad Ghani,S.E, dan dilanjutkan dengan longmarch yang di buka oleh walikota payakumbuh langsung dengan rute lapangan Pacuan kuda, labuh silang, tugu Adipura, simpang Benteng dan kembali ke lapangan Pacuan kuda.

Masyarakat menaruh harapan besar terhadap pergerakan ini, Dalam pelaksanaan Deklarasi masyarakat sangat antusias dan mengecam keras bahkan ada kalimat “tidak ada tempat bagi mereka di kota payakumbuh” begitu resah dan khawatirnya warga masyarakat terhadap ancaman yang diakibatkan oleh pelaku penyakit masyarakat ini terutama LGBT.

***

1 Comment

1 Comment

  1. Suci Maharani

    6 November 2018 at 9:34 pm

    Paliko post selalu terdepan dalam penyampaian berita, terimakasih beritanya hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gridlove

Palikopost.com adalah Media Masa kini yang menyajikan berita yang berimbang, dengan Menyingkap Fakta Bukan Fiksi.

Kategori

Copyright © Hak Cipta Palikopost.com 2018-2019

To Top