Hukum & Politik

Tak ingin dimintai keterangan, Nevi menghindari Media Lewat Pintu Belakang

Limapuluh Kota, Paliko Post – Istri Gubernur Sumbar Penuhi Panggilan Bawaslu Limapuluh Kota, Kedatangan istri Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno itu terkait  dugaan pelanggaran kampanye yang berawal dari adanya laporan dari masyarakat kepada Bawaslu Limapuluh Kota.

Tampak Nevi Zuairina hadir di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Limapuluh Kota di Tanjung Pati, pukul 9.15 WIB yang didampingi Rinaldi yang mengaku sebagai Ketua Tim Kampanye buk Nevi Caleg DPR RI Dapil Sumbar II dari PKS untuk menjalani Proses dan Klarifikasi, Selasa (05/03/2019).

 

Saat Awak Media akan melakukan Konfirmasi terkait hal tersebut, Buk Nevi Zuairina malah seakan menghindar  lewat pintu belakang Kantor Bawaslu dan langsung menuju keatas Mobil yang ia tumpangi sebelumnya, seakan tidak mau untuk dimintai keterangannya, Setelah Proses berjalan selama lebih kurang 4 jam lamanya (09.15-13.43 WIB).

 

 

Melihat hal tersebut Ketua Tim Kampanye Nevi Zuairina, Rinaldi langsung memberikan pengertian kepada media bahwasanya ia menyebutkan mungkin buk Nevi tidak ingin diganggu dulu terkait hal tersebut.

 

Rinaldi menyebutkan biar saja saya yang mewakili sementara dulu untuk menjawab pertanyaan dari rekan rekan media dan Rinaldi menjelaskan selama proses pemeriksaan Bawaslu menanyakan sebanyak 18 pertanyaan terkait pemanggilannya ke kantor Bawaslu.

“Berdasarkan materi yang disampaikan tadi memang tidak ada membagikan bahan kampanye dan kita tidak tahu dari mana bahan kampanye yang kemudian tersebar di lokasi tersebut” tutur Rinaldi.

Rinaldi melanjutkan keterangannya saat hadir pada kegiatan di salah satu SMKN di Kabupaten Limapuluh Kota tersebut, Nevi Zuairina diundang dalam kapasitasnya sebagai praktisi pendidikan.

 

Sementara itu Ketua Bawaslu Kabupaten Limapuluh Kota Yoriza Asra mengatakan, untuk saat ini kita hanya melakukan Proses seperti biasanya.

 

“kita lakukan Proses selanjutnya apakah ini akan  dilanjutkan kepada Penyelidikan atau tidak” kata Yoriza Asra kepada Media.

 

“Nevi Zuairina terancam terjerat pidana, Hukuman paling berat berupa ancaman pidana paling lama dua tahun dan denda maksimal sebanyak 24 Juta Rupiah andai dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukannya di SMKN 2 Guguak terbukti,” ungkap Ketua Bawaslu.

“sementara ini dugaannya itu ialah dimana ia melakukan kampanye dalam bentuk penyebaran bahan kampanye yakni kartu nama ditempat Pendidikan dan Bahan kampanye itu dibagikan kepada beberapa kepala sekolah yang hadir pada kegiatan tersebut,” jelasnya. (Robby)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gridlove

Palikopost.com adalah Media Masa kini yang menyajikan berita yang berimbang, dengan Menyingkap Fakta Bukan Fiksi.

Kategori

To Top