Limapuluh Kota

Puluhan Homestay di Harau Tak Berizin, beberapa diantara diduga milik Oknum Pejabat

Limapuluh Kota, Paliko Post – Belakangan ini, keberadaan homestay sebagai penunjang pariwisata disekitar objek wisata Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota terus menggeliat, Tak tanggung-tanggung  jumlahnya menjamur capai puluhan unit.

Bahkan masyarakat sekitar lokasi objek wisata Lembah Harau saling berpacu untuk mendirikan rumah hunian bagi wisatawan yang berkunjung, tak sedikit juga masyarakat yang menyulap rumah pribadi mereka menjadi homestay.

Tak mau kalah,  sejumlah kalangan pejabat di lingkungan Pemkab Limapuluh Kota juga saling berpacu untuk mendirikan homestay di kawasan Harau.

 

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Limapuluh Kota, per Februari 2019 terdapat sebanyak 34 homestay di sekitar objek wisata Lembah Harau.

Dari 34 objek wisata tersebut, hanya 7 homestay yang mengantongi izin. “Secara keseluruhan, ada 50 homestay yang tersebar di Kabupaten Limapuluh Kota.

 

“Tidak semuanya yang mengantongi izin, 50 homestay tersebut, 34 diantaranya terletak di sekitar kawasan wisata Lembah Harau, Seperti di Nagari Tarantang, Nagari Harau dan Nagari Solok Bio-Bio,”ucap Bobby Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Limapuluh Kota pada Selasa (12/3) siang.

Ke 7 homestay yang mengantongi izin tersebut, diantaranya Homestay Pondok Wisata serta Homestay Puti Sari Banilai milik M Yunus sekaligus mantan Plt Sekdakab Limapuluh Kota. Kemudian Bio Homestay  milik Sarnen Indra sekaligus Kepala Seksi Sarana dan Prasarana di Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota.

Selanjutnya, Abdi Homestay miliki M Iqbal, Syafiq Homestay miliki Andiko Syariwandi, Kemudian Novi Homestay miliki Novianov dan terakhir Zico Homestay milik Zikri yang masih dalam pengurusan izin prinsip.

 

Ketika ditanya, berapa jumlah kamar dari keseluruhan homestay di sekitar kawasan wisata Lembah Harau, Bobby tidak mengetahui pasti.

“Pendataan kita berdasarkan jumlah homestay. Biasanya, masing-masing homestay memiliki hingga 5 kamar, Untuk jumlah kesediaan kamar yang ada, kami tidak mengetahui pasti,”ucap Bobby lagi.

Menjamurnya Homestay yang tidak berizin di sekitar kawasan wisata Lembah Harau, juga diakui Kepala Dinas Penanaman Modal  dan Pelayanan Perizinan Terpadu, Ambardi.

 

“Ada banyak homestay yang tidak berizin termasuk milik kalangan pejabat. Untuk informasi lebih lengkap datanya ada dikantor, Temui Kepala Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan. Saya sedang di Jakarta ,”ucap Ambardi ketika dihubungi Media pada Selasa (12/3) siang.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan pada  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Limapuluh Kota, Elvi Siskawati menjelaskan, sejak 2013 lalu, dinasnya sudah mengeluarkan izin usaha homestay tersebut.

Yaitu 3 izin usaha homestay di tahun 2013, 2 izin usaha homestay ditahun 2015, 2 izin usaha homestay ditahun 2016 dan 4 izin usaha homestay ditahun 2018. “Ada banyak homestay sekitar lokasi wisata Lembah Harau. Cuma beberapa homestay saja yang mengantongi izin,”terangnya.

Sampai Maret 2019 ini, katanya ada 3 homestay yang sudah beroperasi  di sekitar kawasan Lembah Harau dan tengah melakukan pengurusan izin usaha. Yaitu Homestay Haraoma (milik pejabat eselon II), Homestay Haulasao (Milik pejabat eselon III Pada Dinas Perikanan Kabupaten Limapuluh Kota) dan Homestay Kampung Sarosah milik Sulastri.


Dikatakan Elvi Siskawati, sejak terbitnya  PP 24 Tahun 2018, pengurusan seluruh izin sudah berubah dari pola manual ke sistem online.

 

“Bagi usaha yang sudah mengantongi izin sebelum terbitnya PP 24 Tahun 2018, diharapkan segera melakukan update ulang ke sistem online. Untuk izin ini, berlaku selama 5 tahun,”ucapnya. (D/Robby)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gridlove

Palikopost.com adalah Media Masa kini yang menyajikan berita yang berimbang, dengan Menyingkap Fakta Bukan Fiksi.

Kategori

To Top