Peristiwa

Keluarga Korban Penganiayaan Di Tiku, Harapkan Penyelesaian dan Perhatian Dari PT AMP

Agam, Palikopost.com – Pasca kejadian penganiayaan diduga dilakukan oleh karyawan PT AMP terhadap tiga orang korban di dekat Tower AMP II, Gadiangik Jorong Masang Timur, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam dikabarkan belum menemui titik terang.

Berapa Pihak keluarga Korban meminta kepada pihak Perusahaan PT AMP, untuk memberikan penjelasan tentang penyelesaian kejadian yang menimpa keluarganya tersebut sejak Kamis malam (28/3) lalu masih dirawat di RSUD Lubuk Basung.

Seperti yang disampaikan Imam Safar orang tua dari salah satu korban bernama Mamat (20) dan Rita ibu dari korban bernama Malindo (19). Mereka menyebutkan hingga kini untuk upaya penyelesaian persoalan ini belum ada kejelasannya.

” Hingga sekarang Belum jelas dalam upaya untuk penyelesaiannya, hanya saja Pihak PT AMP Baru melihat anak saya didampingi Jorong Anak Aia Kasiang, dan bersama pihak polisi, serta memberikan bantuan uang Rp.500,” jelasnya di ruang inap RSUD Lubuk Basung, Senin (1/4).

Disampaikannya, saat ini kondisi Mamat, masih mengalami muntah darah, batuk darah, dada sesak dan seluruh tubuhnya terasa sangat lemah pasca terkena tusukan di bagian punggungnya, sedangkan Malindo sudah agak baikan setelah mengalami luka bacokan di bagian bahunya.

” Kami dari pihak keluarga hanya ingin penjelasannya tentang penyelesaian ini dan adalah pertanggung jawaban dari pihak PT AMP untuk dapat memberikan perhatian,” ujarnya pula.

Menurutnya, bagi pelaku penganiayaan terhadap anaknya itu. Pihak keluarga memastikan akan terus melanjutkan persoalan ini ke ranah hukum.

” Anak Kami sebelumnya sudah melaporkan kejadian itu dan laporan sudah diterima oleh pihak Polres Agam,” sebutnya.

Sama halnya juga yang disampaikan kakak Mamat bernama Andre di RSUD tersebut. Andre mengatakan bahwa untuk penyelesaiannya belum ada sampai saat ini dari pihak tertentu seperti Jorong dan Niniak mamak sekitar bahkan PT AMP.

Dikatakannya, kalau misalnya pihak Perusahaan merasa sudah ada penyelesaiannya, tetapi pihak keluarga korban tidak pernah ada mendapatkan undangan mediasinya dalam soal penyelesaian.

” Kalau masalah uang kami tidak mempersalahkan, dan kami pihak keluarga masih menjadi tanda tanya, bagaimana cara jalan penyelesaiannya. Itu yang perlu bagi kami, biar ada kejelasannya,” tegas Andre.

Sebab lanjutnya, pihak PT AMP mestinya juga adanya pertanggung jawaban dengan apa yang sudah dialami adiknya itu.

” Karena pelaku penganiayaan adik kami diduga dilakukan oleh karyawan PT AMP yang saat ini belum tau dimana keberadaannya,” imbuhnya.

Tidakhanya itu, pokok nya pihak keluarga tidak menerima atas kejadian yang menimpa adiknya. Dia berharap agar kejadian ini tidak terulang, agar diselesaikan secepatnya oleh pihak Jorong, Niniak mamak dan terkait lainnya.

” Pokoknya tidak menerima atas peristiwa ini. Kami sangat berharap ada perhatiannya dari PT AMP kepada adik kami yang saat ini masih dalam proses pengobatan dan pemulihan penyakit yang dideritannya,” harapnya menambahkan.

Sebelumnya Kapolres Agam AKBP Ferry Suwandi SIK melalui Kasat Reksrim Iptu M. Reza menjelaskan, Awal peristiwa ini terjadi, Diketahui pada hari Kamis tanggal (28/3) sekira pukul 21.30 WIB, bertempat di komplek perumahan PT AMP II dekat Tower AMP II di daerah Gadihangik, Jorong Masang Timur, Nagari Tiku V Jorong Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam.

Dijelaskan, kejadian dipicu saat pelapor bersama dengan temannya lebih kurang 10 orang mendatangi rumah terlapor dengan niat untuk menyelesaikan permasalahan yaitu terlapor telah melakukan penamparan terhadap adik teman pelapor yang bernama Buyung.

” Pada saat melakukan musyawarah penyelesaian terjadinya adu mulut antara terlapor “MT” (30) dengan pelapor Asam Basri, sehingga terjadilah perkelahian antara pelapor dengan terlapor. Namun saat terjadinya keributan tersebut terlapor dengan dua orang teman lainnya menggunakan senjata tajam yaitu 1 buah parang dan 1 buah pisau. Sehingga satu korban mengalami luka robek pada punggung sebelah kanan, serta teman korban bernama Malindo juga mengalami luka robek pada lengan sebelah kanan dan temanya lagi bernama Mamat juga mengalami luka robek pada punggung sebelah kanan,” terangnya.

Ataskejadian tersebut pelapor Asam Basri bersama dengan teman pelapor atas nama Mamat, dan Malindo di bawa ke RSUD lubuk basung.

” Teman terlapor Mamat dan Malindo di rawat di RSUD lubuk basung atas kejadian tersebut pelapor merasa tidak senang dan lansung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Agam guna proses hukum yang berlaku,” Tambahnya.

(Honest)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gridlove

Palikopost.com adalah Media Masa kini yang menyajikan berita yang berimbang, dengan Menyingkap Fakta Bukan Fiksi.

Kategori

To Top