Agam

Bupati Agam Indra Catri Tegaskan Larangan Orgen Tunggal di Agam

Agam, Palikopost.com – Indra Catri Selaku Bupati Agam, menegaskan agar penyelenggaraan orgen tunggal (musik keras) pada malam hari di Kabupaten Agam dilarang secara keseluruhan.

Larangan tersebut lantaran tidak sesuai dengan adat dan budaya yang dimiliki khususnya di daerah Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Bupati Agam Indra Catri mengatakan, orgen tunggal bisa menimbulkan kereshan di tengah masyarakat, bahkan memberikan peluang dapat terjadinya penyakit masyarakat.

” orgen tunggal (musik keras) bukan budaya kita, kita sangat tidak memperbolehkan hal demikian dilaksankan di kabupaten Agam yang sudah terkenal dengan Agam Madani ini,” tegas Bupati dua periode itu, Rabu (3/7) saat peresmian Kantor Wali Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Oleh sebab itu, Indra Catri juga menginginkan adanya tindakan tegas dari pihak nagari dan tokoh masyarakat di Kabuputen Agam.

” Diminta kepada Pihak nagari dan tokoh masyarakat untuk dapat mensosialisasikan tentang larangan musik keras pada malam hari,” ujarnya.

Sementara, dalam hal ini Camat Lubuk Basung, Harmezi mengatakan, pihaknya akan mencoba konsolidasi internal bersama wali nagari se-Kecamatan Lubuk Basung.

Hal itu akan dilaksanakan untuk menjalankan denagan sebaik mungkin Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan orgen tunggal tersebut.

“Dalam hal ini yang terpenting adalah membangun komitmen bersama dengan niniak mamak dan tokoh masyarakat,” sebutnya.

(Honest)

2 Comments

2 Comments

  1. H. Anwar Satifil

    9 Juli 2019 at 6:46 pm

    Mungkin utk mengatasi orgen tunggal keras yg mengganggu di malam hari (ketentuan pemda tetap harus dipatuhi) dengan cara:
    1. Batasi jam acara hiburan sampai jelang magrib harus tutup
    2. Acara hiburan jgn adakan diluar dilapangan terbuka, harus didlm
    ruangan gedung atau bangunan
    3. Yg akan berhajad mengadakan acara yg dimeriakan orgen tunggal
    harus minta izin lebih dulu pada jajaran pemda setempat

  2. Refri

    10 Juli 2019 at 8:27 am

    Idealnya dibuatkan perda kabupaten, dan diikikuti dengan perna (Peraturan Nagari). Di Nagari ambo sudah ada perna larangan sejenis, yaitu larangan kesenenian modern (seperti orgen tinggal, band dan sejenisnya) dimalam Hari, tapi boleh siang Hari. Sedangkan malah Hari hanya boleh kesenian traditional spt saluang, rabab etc.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gridlove

Palikopost.com adalah Media Masa kini yang menyajikan berita yang berimbang, dengan Menyingkap Fakta Bukan Fiksi.

Kategori

Copyright © Hak Cipta Palikopost.com 2018-2019

To Top